April 20, 2021
Ini Dia Perbedaan Ruam Popok dan Alergi

Ini Dia Perbedaan Ruam Popok dan Alergi

Munculnya ruam atau bintik merah pada kulit seringkali dikaitkan dengan kondisi alergi tertentu. Mulai dari makanan, udara, hingga alergi pakaian. Namun pada bayi, terutama bayi, ada penyebab lain yang bisa memicu munculnya bintik merah pada kulit, yaitu ruam popok bayi. Lalu apa perbedaan antara ruam popok dan alergi?

Ruam popok pada bayi

Ruam popok merupakan peradangan pada kulit bayi yang tertutup popok dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan ruam muncul sebagai reaksi kulit terhadap urine dan kotoran di popok. Hampir semua bayi yang memakai popok, baik popok sekali pakai maupun kain, mengalami ruam popok.

Ruam popok sering terjadi dalam dua tahun pertama kehidupan balita Anda. Kondisi ini paling sering terjadi saat bayi berusia 9 bulan hingga 1 tahun atau saat sering memakai popok. Ada beberapa gejala yang muncul akibat kondisi ini, mulai dari kemerahan pada kulit, ruam dan disertai pembengkakan. Selain itu, ruam popok biasanya akan membuat bayi Anda rewel, terutama saat bagian yang biasanya tertutup popok dibersihkan.

Padahal, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko bayi mengalami ruam popok. Mulailah dengan menggunakan popok yang salah, bukan menggantinya secara berkala dan karena alasan lain. Untuk mengurangi kemungkinan menyerang kondisi ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Mencegah terjadinya ruam popok pada bayi dapat dilakukan dengan mengatur ukuran popok bayi, hindari penggunaan bedak pada bagian yang akan ditutupi oleh popok karena dapat memicu iritasi.

Selain itu, hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol dan parfum karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Untuk amannya, bunda bisa mencoba menggunakan popok dengan ukuran yang lebih besar, agar popok tidak terlalu kencang dan bisa menyebabkan iritasi pada permukaan kulit bayi.

Untuk bisa mengatasi masalah ruam popok pada bayi tersebut, pastikan Anda mengganti popok secara rutin, apalagi jika sudah penuh. Bersihkan bagian kulit yang tertutup popok, bila tidak terlalu dibutuhkan, jangan sampai bayi memakai popok agar kulit bisa “bernafas” dan menjadi lebih sehat.

Gejala alergi ruam popok dan perbedaannya

Pada beberapa kasus, gejala alergi yang muncul mungkin mirip dengan ruam popok, yaitu kemerahan dan pembengkakan pada permukaan kulit. Hanya saja, pada alergi biasanya ada banyak gejala lain yang bisa mengganggu.

Alergi adalah reaksi yang terjadi ketika sistem kekebalan seseorang “diserang” oleh zat tertentu yang berbahaya bagi penderita alergi. Zat ini disebut alergen dan seringkali menjadi pemicu alergi. Alergen biasanya ditemukan pada debu, tungau, bulu hewan, makanan, dan beberapa obat.

Salah satu gejala alergi yang biasanya menyerupai ruam popok ialahalergi kulit pada bayi. Kondisi ini bisa terjadi akibat bahan tertentu, seperti penggunaan sabun dan sampoo, hingga produk pewangi untuk pakaian. Salah satu gejala khas dari alergi ini adalah munculnya peradangan pada kulit yang disebut juga dermatitis atopik.

Alergi ini bisa menyebabkan gatal, kemerahan dan iritasi pada kulit. Tak hanya itu, alergi kulit juga bisa memicu gejala lain, seperti gatal di sekujur tubuh, batuk, nyeri dada, sesak napas.

Pelajari lebih lanjut tentang ruam popok atau alergi bayi di Orami Magazine. Dapatkan informasi dan tips kesehatan untuk menjalani hidup sehat di Orami, dengan begitu anda akan mengetahui gejalanya dan siap untuk memberikan pertolongan pertama saat memiliki gejala yang sama. Yuk, download Orami sekarang di App Store dan Google Play.